========PILIHAN=========

>>> MEDITASI <<<
>>> DRUM <<<
>>> MOTIVASI <<<
>>>ENTREPRENEUR<<<
>>>RENUNGAN<<<<

Minggu, 15 Februari 2009

Influenza

pilek

Influenza adalah penyakit ikut yang menular, menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virusinfluenza.

Penyebab
Virus Influenza tipe A, B, dan C

Faktor Risiko
Siapa saja bisa, terutama jika itu terjadi dalam suatu komunitas (kantor, asrama, sekolahan). Ini bisa terjadi karena penyebaran virus melalui cairan yang keluar sewaktu penderita bersin, berbicara, dll. Apalagi jika kita berada dengan penderita dalam ruangan yang ber-AC (tertutup) dan tidak mendapat sinar matahari.

Namun demikian ada kelompok orang yang disebut berisiko tinggi, yaitu mereka yang menderita :
* penyakit paru menahun, seperti asma, emfisema, bronkitis kronik, bronkiektasi, tbc, atau fibrosis kistik
* penyakit jantung
* penyakit ginjal kronik
* penyakit kencing manis maupun gangguan metabolik menahun lainnya
* anemia berat
* mempunyai penyakit atau sedang menjalani terapi untuk menekan kekebalan tubuh
* berusia lebih dari 50 tahun

Patofisiologi
Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.

Gejala dan Tanda
Meskipun influenza sering disebut penyakit pernapasan, namun penyakit ini bisa memberi pengaruh ke seluruh tubuh. Penderita secara tiba-tiba menjadi demam, letih, lesu, kehilangan selera makan, dan sakit kepala, belakang tangan dan kaki. Juga menderita sakit tenggorokan dan batuk kering, mual dan mata seperti terbakar. Panas bisa meningkat hingga 104 derajat Fahrenheit, tapi akan menurun setelah 2 hingga 3 hari.

Gejala saluran nafasnya sendiri bisa berupa pilek dan batuk.

Komplikasi
Untuk anak-anak dan orang dewasa, influenza adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam satu minggu. Namun untuk orang yang tidak sehat atau daya tahannya menurun, influenza bisa berakibat fatal.

Tanda-tanda yang disebutkan di atas bisa menjadi sangat parah, dan mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam telinga. Kebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman-kuman yang masuk.

Pencegahan
Influenza bisa dicegah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan menjauhi penderita flu. Selain itu, bisa menggunakan vaksin flu. Vaksin flu sendiri harus digunakan setiap tahun sehubungan dengan seringnya virus flu bereplikasi.

Penatalaksanaan
Untuk influensa yang belum berkomplikasi, harap beristirahat dengan cukup di rumah agar tidak menjadi bertambah parah. Mungkin dibutuhkan waktu sekitar 2 hari setelah demam berlalu.

Bisa menggunakan obat flu yang dibeli bebas. Kalau flu sudah terkomplikasi dengan infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotika.

Selasa, 27 Januari 2009

Smoking

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
An industrially manufactured cigarette burning in an ashtray; the most common form of smoking today.

Smoking is a practice where a substance, most commonly tobacco, is burned and the smoke tasted or inhaled. This is primarily done as a form of recreational drug use, as combustion releases the active substances in drugs such as nicotine and makes them available for absorption through the lungs. It can also be done as a part of rituals, to induce trances and spiritual enlightenment. The most common method of smoking today is through cigarettes, primarily industrially manufactured but also hand-rolled from loose tobacco and rolling paper. Other forms, though not as common, are pipes, cigars, hookahs and bongs.

Smoking is one of the most common forms of recreational drug use. Tobacco smoking is today by far the most popular form of smoking and is practiced by over one billion people in the majority of all human societies. Less common drugs for smoking include cannabis and opium. Most drugs that are smoked are considered to be addictive. Some of the substances are classified as hard narcotics, like heroin and crack cocaine, but the use of these is very limited as they are often not commercially available.

The history of smoking can be dated to as early as 5000 BC, and has been recorded in many different cultures across the world. Early smoking evolved in association with religious ceremonies; as offerings to deities, in cleansing rituals or to allow shamans and priests to alter their minds for purposes of divination or spiritual enlightenment. After the European exploration and conquest of the Americas, the practice of smoking tobacco quickly spread to the rest of the world. In regions like India and Subsaharan Africa, it merged with existing practices of smoking (mostly of cannabis). In Europe, it introduced a new type of social activity and a form of drug intake which previously had been unknown.

Perception surrounding smoking has varied over time and from one place to another; holy and sinful, sophisticated and vulgar, a panacea and deadly health hazard. Only recently, and primarily in industrialized Western countries, has smoking come to be viewed in a decidedly negative light. Today medical studies have proven that smoking is among the leading causes of diseases such as stenosis, lung cancer[1], heart attacks[2] and chronic obstructive pulmonary disease[3], and can also lead to birth defects. The well-proven health hazards of smoking have caused many countries to institute high taxes on tobacco products and anti-smoking campaigns are launched every year in an attempt to curb smoking. Several countries, states and cities have also imposed smoking bans in most public buildings. Despite these bans, European countries still hold 18 of the top 20 spots, and according to the ERC, a market research company, the heaviest smokers are from Greece, averaging 3,000 cigarettes per person in 2007.[4] Rates of smoking have leveled off or declined in the developed world but continue to rise in developing countries. Smoking rates in the United States have dropped by half from 1965 to 2006, falling from 42% to 20.8% in adults.[5]

Fatwa larangan yoga di Malaysia


Yoga
Yoga dianggap memiliki elemen Hindu didalamnya
Warga Islam Malaysia kini dilarang untuk melakukan yoga karena dikuatirkan bisa menyesatkan ajaran Islam.

Majelis Fatwa Nasional telah mengeluarkan sebuah fatwa yang memerintahkan umat Islam Malaysia menghindari yoga karena akar Hindunya.

Bagi kebanyakan orang, yoga adalah olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh walau tak sedikit pula yang menempatkan yoga sebagai meditasi untuk menenangkan pikiran, atau melakukannya sebagai pengalaman spritual.

Namun Majelis Fatwa Nasioanal berpendapat bahwa yoga lebih dari sekedar kebugaran dan ketenangan pikiran karena elemen agama Hindu yang melekat di dalamnya.

Saat mengumumkan fatwa tersebut, Ketua Majelis, Abdul Syukur Husin mengatakan praktek seperti bernyanyi ritual dan hal yang disebutnya sebagai berdoa adalah tidak tepat dan bisa merusak ajaran Islam.

Fatwa ini tidak mengikat namun sebagian besar warga Malaysia memeluk agama Islam dan mereka terikat oleh fatwa.

Sembahyang dan yoga

Kenyataannya membantu karena membuat kita lebih sehat dan membuat orang menjadi lebih sadar akan dirinya
Adam Junid

Kelas yoga di Malaysia sebenarnya lebih banyak diisi oleh warga non-Muslim keturunan Cina dan India, walaupun di kota-kota besar ada juga beberapa perempuan Islam yang ikut yoga.

Bagi umat Islam di Malaysia --sama dengan umat Islam lainnya-- hari mereka dimulai Pukul 5.030 pagi dengan panggilan untuk sembahyang subuh.

Sekelompok umat Islam yang taat terlihat mulai berdatangan ke sebuah masjid di pinggiran Kuala Lumpur.

Di seberang jalan, sekelompok orang lainnya juga berdatangan ke pusat kebugaran, dan setiap orang membawa tikar yoga di pundaknya.

Adam Junid adalah salah seorang umat Islam yang melakukan keduanya; bersembahyang dan beryoga.

Insinyur berusia 30 tahun ini ikut kelas yoga sekali seminggu, dengan peserta sekitar 30 orang.

"Menurut saya, yoga sama sekali tidak bercampur dengan agama," tuturnya.

"Kenyataannya membantu karena membuat kita lebih sehat dan membuat orang menjadi lebih sadar akan dirinya."

Adam bisa dikatakan agak unik karena biasanya kaum perempuan yang ikut berlatih yoga dan bukan umat Islam.

Guru yoganya berulang kali mengatakan bahwa yoga cocok dengan agama karena membuat seseorang menjadi lebih baik.

Banyak bentuknya

Kuala Lumpur
Mayoritas warga Malaysia adalah umat Islam yang terikat oleh fatwa

Dalam kenyataannya yoga beragam bentuknya. Ada yang melihatnya sebagai olahraga fisik semata namun ada juga yang melakukannya sebagai proses pencarian jiwa.

Yang dilakukan Adam Junid cukup serius dengan latihan selama 2 jam, yang sempat pula saya ikuti.

Latihan yoga yang sempat saya ikuti itu antara lain mencakup latihan pernafasan dengan bantuan metronome guna mengatur temponya.

Kemudian ada meditasi, yang diikuti dengan pengosongan pikiran selama setengah jam untuk relaksasi.

Dalam latihan itu beberapa peserta mempertahankan kepala pada posisi tegak, namun ada juga yang bisa menyentuh punggung dengan kakinya.

"Yoga bisa sejalan dengan agama apapun," kata guru yoga, Mani Sekaran, kepadaku.

"Atau bisa juga cocok dengan orang yang tidak percaya agama apapun, karena semata-mata merupakan olahraga," tambahnya.

Pengalaman spritual

Mani Sekaran adalah pendiri Masyarakat Yoga Malaysia. Pria botak itu amat bugar dan dulu pernah berlatih bela diri.

"Kalau saya ingin latihan untuk mendapat medali emas Olimpiade, entah saya percaya agama atai tidak, maka itu tak jadi masalah," tambahnya.

"Dengan berdasarkan hal itu, kita bisa menggunakan yoga untuk meningkatkan apapun yang kita lakukan, entah itu agama atau cuma spritualitas. Tapi yoga berdiri sendiri."

Dalam kelas yoga yang saya ikuti, akar Hindu dalam yoga disebut satu kali, namun bagi yang ingin mengikuti pengalaman spritual ada kelas lainnya.

Agaknya kelas dengan pengalaman spritual itulah yang membuat sejumlah umat Islam kuatir dengan yoga.

"Jika orang melakukan yoga untuk latihan fisik, saya kira tidak ada masalah," kata Professor Osman Bakar, dari Lembaga Pengkajian Kemajuan Studi Islam.

"Banyak warga Muslim mengatakan yoga baik-baik saja, namun mereka menolak pengabungan kedua hal itu."

"Islam adalah jalan kehidupan. Islam mampu memenuhi kebutuhan umat Islam, baik itu kebutuhan spritual, kebutuhan intelektual, dan kebutuhan lainnya. Jadi tidak ada perlu untuk memasukkan elemen dari luar," tambahnya.

Kelas yang diikuti Adam berakhir dengan diskusi singkat tentang kesadaran atas diri sendiri, konsentrasi, dan kenapa orang perlu yoga.

Dan Adam menegaskan kepadaku bahwa yoga telah membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Dia menegaskan tidak ada rencana untuk berhenti latihan yoga